Beberapa pekan ini dunia maya di ramaikan dengan kemunculan iklan produk sebuah aplikasi chat via ponsel, Line di Youtube. Di iklan tersebut seperti menceritakan sekuel dari Ada Apa Dengan Cinta. Film AADC ditayangkan di tahun 2002 yang menandai kebangkitan film-film produksi dalam negeri. Romansa akting Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra, terbukti tidak hilang sedikitpun dari kenangan publik di tahun itu setidaknya berusia remaja.



Ambil asumsi, di tahun 2002, penonton yang termuda untuk memahami film tersebut adalah penonton dengan usia, 13 tahun. 12 tahun kemudian atau saat ini, penonton tersebut setidaknya berusia 25 tahun.

Usia 25 tahun dan ke atas adalah usia produktif dan bisa di sebut sebagai kalangan gadget freak. Kalangan ini juga yang kerap menjadi target utama para penyedia layanan konten chatting dan media sosial.

Line secara jeli memanfaatkan romansa AADC. Untuk mempromosikan layanan barunya, Find Alumni menghadirkan artis-artis papan atas seperti Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra, untuk memperkenalkan produk layanan barunya itu. Di sini, strategi cerdik Line dengan memanfaatkan teknologi informasi dan sosial media sebagai media pemasaran. Jika umumnya perusahaan beriklan dan membayar airtime ratusan juta rupiah atau malah miliaran rupiah untuk sekedar "nangkring" 30-40 detik di kanal konvensional, Line cukup mengunggah video tersebut di Youtube, dan sekejap video tersebut menjadi viral yang menjalar di berbagai sosial media. Hingga tulisan ini dibuat, video ini sudah ditonton 850.000 kali, dan diyakini akan semakin melejit dalam beberapa hari ke depan.

Video Mini Drama AADC 2014 ini berdurasi 10 menit 24 detik. Jika "dipaksakan" masuk televisi, bayangkan berapa miliar yang harus dikeluarkan untuk memasarkan fitur baru ini dengan membeli slot iklan atau airtime. Belum termasuk biaya menghadirkan artis-artis tersebut dan produksi lainnya.

Komentar positif hingga komentar "galau" penggemar AADC hadir di setiap timeline pengguna sosial media. Bahkan, tidak sedikit gambar-gambar meme yang mencuplik beberapa adegan di video ini. Gambar-gambar kreasi iseng tersebut semakin menambah kehebohan video iklan ini.



Video ini sebuah bukti bahwa teknologi informasi dapat menunjang dan menjadi bagian penting dari kegiatan pemasaran. Tentu saja kreativitas tinggi dalam menggarap konten juga menjadi hal yang sangat penting.

Dan kali ini, tim pemasaran Line sangat sukses memasarkan produknya jika dilihat dari tingkat antusias masyarakat dunia maya merespon film pendek AADC ini.

Dan naga-naganya, dari banyaknya orang yang membicarakan film pendek AADC ini di dunia maya Line telah "dituntut" oleh penggemar AADC. untuk menghadirkan sekuel film yang dapat dikatakan bersejarah itu. Setuju?